Kepercayaan

Apakah Boleh Perempuan Ikut I’tikaf? Berikut Penjelasannya Mengenai Ibadah 10 Malam Terakhir Secara Rinci

237
×

Apakah Boleh Perempuan Ikut I’tikaf? Berikut Penjelasannya Mengenai Ibadah 10 Malam Terakhir Secara Rinci

Share this article
by muhammad adil
Example 468x60

Penjelasan Mengenai Ibadah 10 Malam Terakhir Secara Rinci, nomis.id – Melihat kalendar yang menunjukkan dalam beberapa hari lagi umat islam akan melaksanakan ibadah hari raya idul fitri yang merupakan hari kemenangan setelah satu bulan lamanya berpuasa.

Terdapat sejumlah amalan yang bisa dikerjakan oleh umat islam pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadhan. Amalan yang disebut dengan I’tikaf ini merupakan suatu amalam yang secara rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW. Namun banyak yang mempertanyakan apakah boleh perempuan ikut I’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan?

Example 300x600
Hukum Perempuan Melaksanakan Ibadah 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan
by muhammad adil

Bagi kamu yang penasaran terkait jawaban dari pertanyaan tersebut, silakan untuk melihat sabda di bawah ini yang tercantum dalam Hadist Riwayat Ibnu Hibban, yaitu:

مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ

Artinya, “Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban)

Dari HR Ibnu Hibban tersebut banyak umat islam yang akhirnya berlomba-lomba mengerjakan amalan 10 malam terakhir bulan Ramadhan tanpa terkecuali. Seluruh umat islam mengikuti apa yang telah dijalankan secara rutin oleh Rasulullah SAW.

Berikut di bawah ini merupakan jawaban dari pertanyaan yang telah banyak sekali disampaikan oleh para muslimah terkait apakah boleh perempuan ikut I’tikaf?

Hukum Perempuan Melaksanakan Ibadah 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu bisa membaca dengan seksama mengenai hadist riwayat yang memberikan penjelasan terkait amalan ibadah tersebut sebagai dasar hukum untuk perempuan melaksanakannya, yakni:

وَعَنْهَا: – أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya, “Dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW beri’tikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Aktivitas itu dilakukan hingga beliau wafat. Kemudian para istrinya mengikuti i’tikaf pada waktu tersebut sepeninggal Rasulullah SAW,” (HR Bukhari dan Muslim)

Artikel Terkait: Sinopsis Angel Has Fallen Berikan Pandangan Tentang Kesetiaan dan Kepercayaan, Simak Penjelasan Alur Ceritanya!

Berdasarkan hadist riwayat tersebut para ulama telah menyepakati bahwa perempuan diperbolehkan untuk mengikuti amalan ibadah 10 malam terakhir bulan Ramadhan yang secara rutin dikerjakan oleh Rasulullah SAW dengan sebutan I’tikaf. Namun terdapat syarat yang harus dipenuhi oleh seorang perempuan bersuami dalam melaksanakannya, yaitu mendapatkan izin dari sang suami untuk melaksanakan ibadah I’tikaf agar tidak menimbulkan fitnah.

Sebagaimana hal ini telah dijelaskan pada ayat di bawah ini:

جواز اعتكاف النساء في المساجد بإذن أزواجهن إذا لم يخش عليهن فتنة

Artinya, “Boleh i’tikaf perempuan di masjid dengan izin suami bila tidak dikhawatirkan terjadi fitnah,”[Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H]

Penutup

Sudah tahu kan kamu sekarang mengenai hukum perempuan dalam melaksanakan ibadah 10 malam terakhir di bulan Ramadhan yang biasa dikerjakan oleh Rasulullah SAW secara rutin. Kamu tidak perlu lagi merasakan bingung atau bimbang dalam mengikuti amalan tersebut.

Itu dia penjelasan Apakah Boleh Perempuan Ikut I’tikaf? Berikut Penjelasannya Mengenai Ibadah 10 Malam Terakhir Secara Rinci yang akan membuatmu memahami mengenai amalan yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah sebagai ibadah rutin.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *