Kepercayaan

Penjelasan dan Arti Penggunaan 7 Warna Liturgi Khatolik untuk Ibadah di Gereja

253
×

Penjelasan dan Arti Penggunaan 7 Warna Liturgi Khatolik untuk Ibadah di Gereja

Share this article
by Timothy
Example 468x60

Penjelasan dan Arti Penggunaan 7 Warna Liturgi Khatolik untuk Ibadah di Gereja, nomis.id – Ternyata terdapat berbagai warna yang digunakan saat beribadah di gereja Khatolik. Menurut berbagai sumber menjelaskan bahwa warna dari liturgi sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak elemen penting saat melakukan ibadah di gereja. Tentunya hal tersebut bukan hanya sekedar warna saja yang digunakan, tetapi memiliki arti dan makna sebagai ciri khas iman yang merayakan.

Makna dari penggunaan warna liturgi khatolik ini juga menunjukkan tahapan perkembangan dalam kehidupan kristen. Warna liturgi khatolik tersebut ternyata telah disesuaikan dengan busana yang akan dikenakan dalam sebuah acara ibadah tertentu dengan berdasarkan kebiasaan yang berlaku sejak jaman dahulu.

Example 300x600

Warna-warni liturgi khatolik merupakan salah satu bentuk atau simbol serta lambang yang digunakan saat beribadah di dalam gereja khatolik. Ada pun fungsi terkiat setiap warna yang digunakan adalah untuk sebuah tanda peristiwa gerejawi.

7 Warna Liturgi Khatolik
by Timothy

Tata warna yang digunakan tersebut tidak asal, karena didasarkan pada Paus Pius V tahun 1770 dan ditetapkan dalam Ordo Missae oleh generasi selanjutnya, yaitu Paus Pius VI tahun 1969. Berdasarkan hal ini, ternyata ada 7 warna liturgi khatolik yang harus kamu ketahui arti dan maknanya.

Untuk kamu yang masih belum mengetahui arti dan makna dari penggunaan warna liturgi khatolik bisa mendapatkan informasi tersebut melalui artikel ini dengan penjelasan yang lebih mudah dimengerti.

Berikut ini merupakan penjelasan arti dan makna dari penggunaan warna liturgi khatolik dalam melakukan ibadah di gereja. Kamu bisa mendapat penjelasan ini dengan menyelesaikan bacaan di bawah.

7 Warna Liturgi Khatolik

1. Hijau

Warna hijau sendiri biasanya wajib digunakan untuk hari tuhan dan feria dalam Masa Biasa. Arti dari warna hijaunya sendiri merupakan keterkaitan terhadap alam dan pembaruan terhadap kehidupan. Adanya harapan dalam kebangkitan Yesus yang menjadi dasar keimanan umar kristen.

Terdapat 2 kali dalam kalender liturgi yang mewajibkan penggunaan warna liturgi khatolik hijau, yaitu baptisan kristus dan rabu abu.

2. Ungu

Selain digunakan dalam prapaskah, warna liturgi khatolik ungu ini juga wajib digunakan pada sabtu suci, sakramen toba, sakramen pengurapan orang sakit, tetapi bisa juga digunakan untuk peringatan mulia arwah semua orang beriman dan misa requiem.

Artikel Terkait: Tradisi Unik Perayaan Paskah di Indonesia, Nomor 3 Seru dan Menyenangkan!

Ungu melambangkan pertobatan dan masa persiapan menyambut kedatang Yesus, maka warna liturgi khatolik ungu memang biasa digunakan pada masa adven dan prapaskah.

3. Pink

Untuk warna liturgi khatolik pink ini, kamu biasanya akan melihat pada acara tertentu saja, namun tidak ada penggunaa wajib. Tetapi dapat digunakan pada hari minggu gaudete atau laetare.

4. Putih

Warna putih biasanya digunakan untuk masa natal, paskah, kamis putih, tritunggal mahakudus, hari raya maria, dan lain sebagainya yang mewajibkan penggunaan warna liturgi khatolik putih dalam acara tersebut.

5. Kuning

Kuning penggunaannya sama dengan warna putih, namun kadang juga digunakan untuk misa requiem dan ibadat harian untuk arwah di mana konferensi uskup setempat telah memberikan izin terlebih dahulu dalam penggunaanya.

6. Merah

Biasanya penggunaan warna merah pada acara tertentu, seperti minggu palma, jumat agung, hari raya pentakosta, peringatan sengsara tuhan, sakramen penguatan, dan lain sebagainya. Bahkan juga bisa digunakan untuk acara pemakaman paus dan kardinal, sebab merah merupakan warna berkabung bagi Paus menurut adat Bizantium kuno.

7. Hitam

Warna hitam sendiri sekarang sudah tidak digunakan lagi, karena dipercaya bahwa kematian bukan kesedihan yang harus diratapi melainkan merupakan perjalanan menuju kehidupan yang kekal abadi. Memang selama abad pertengahan digunakan untuk menandai masa-masa tobat sehingga warna hitam banyak digunakan dalam acara-acara tertentu.

Namun pada masa konsili trente, ternyata warna hitam digunakan pada hari jumat agung serta untuk misa requiem. Namun akhirnya diganti menjadi warna ungu sejak reformasi oleh Paus Paul VI.

Penutup

Itu dia penjelasan dan arti penggunaan warna liturgi khatolik untuk ibadah di gereja yang bisa kamu pahami sedikit melalui artikel ini. Jadi, kamu jangan lagi salah mengartikan atau bertanya-tanya mengenai warna liturgi khatolik, arena sudah dijelaskan secara singkat dan mudah dalam artikel ini.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *